Bisnis Online Daftar Gratis Bonus jutaan Rupiah

Bisnis Online Daftar Gratis Bonus jutaan Rupiah

, waw ada Kontes SEO lagi nih dibulan ini :) hadiahnya juga cukup menarik, gw juga lagi kosong gak ada kerjaan, palingan Juga Kuliah, jadi mending ikut ikut nambah pengalaman lah, seperti yang dulu dulu aja, ikut cuma pengen nambah pengalaman doong. hehe

Bisnis Online Daftar Gratis Bonus jutaan Rupiah


Seperti yang kita ketahui Semua Bisnis dalam dunia Maya remaja ini sudah dijadikan Banyak alternatif bagi pebisnis pebisnis Indonesia, salah satunya yang paling membludak adalah Bisnis penjualan Pulsa, dikampus Para Mahasiswa sudah banyak yang mencoba Jualan Pulsa untuk menambah penghasilan Mereka, nah Bagi Kita yang ingin Bisnis Distributor pulsa, maka telah ada dalam Dunia Maya ini udah ada jullysell.com sebagai distributor pulsa, dan jual pulsa.

Kenapa Dunia Maya.? Atau kenapa Bisnis Online.? yah jangan salah, sekarang adalah Zaman modern, yang kebanyakan orang lebih suka yang mudah mudah, dan Dunia Maya mendukung hal tersebut, Jadi Bisnis Online Daftar Gratis Bonus jutaan Rupiah ini adalah peluang yang sangat bagus untuk kita para Pebisnis :)

Sejarah Kedokteran Hewan

Sejarah Kedokteran Hewan. Berhubung karena Gw kuliahnya di Kedokteran Hewan nih, kayanya mau posting juga tentang FKH dikit dikit, setelah kemarin Kuliah PPKH yang dibawakan oleh dr Fadjar, gw sangat tertarik dengan munculnya Kedokteran Hewan itu di Dunia ini, ciee ciee Muncul di Dunia, kaya kera sakti aja :P

Mulai aja yaaah, oh ya ini tidak semuanya keluar dari kepala Gw yaaah, alisa kalian tau laaah Tradisi Indonesia ini apa.? :P

Veteriner adalah segala urusan yang berkaitan dengan hewan dan penyakit-penyakitnya. Profesi veteriner sendiri adalah profesi yang paling kompleks karena meliputi kesehatan, kesejahteraan hewan, produktifitas dari serangkaian jenis spesies hewan mulai dari invertebrata sampai sub human primata (drh. R.D Wiwiek Bagja). Sedangkan ilmu kedokteran hewan adalah seluruh aktivitas veteriner yang meliputi produksi dan perawatan hewan serta disiplin inti untuk mewujudkan kesehatan masyarakat dan semua yang langsung mempengaruhi kesehatan manusia (WHO, FAO, OIE, WHO/FAO Collaborating Centre for Research and Training in Veterinary Epidemiology and Management  1999).


Di zaman Romawi Kuno  dikenal bangsa Etruscans yang sangat menyukai kuda dan sapi. Hal ini tampak dari  gambar-gambar yang merupakan peninggalan kuno. Hewan pada masa itu mempunyai nilai sakral ataupun nilai martabat dan pada ritual-ritual khusus digunakan sebagai hewan kurban. Setiap keberhasilan atau kemenangan,dilakukan perayaan dengan hewan kurban yang diberi nama-nama khusus. Kumpulan beberapa hewan kurban yang terdiri dari kombinasi beberapa jenis hewan antara lain babi (sus) ,biri-biri (ovis) , sapi jantan (bull) disebut   “souvetaurilia” .Sedangkan orang-orang yang mengurus hewan-hewan sakral yang akan dijadikan kurban tadi disebut “souvetaurinarii” yang kemudian diyakini sebagai lahirnya istilah “veterinarius”. Kemungkinan dari terminology lain yaitu masih di masa Romawi, dikenal hewan beban sebagai “veterina” dan suatu kamp penyimpanan hewan-hewan tersebut disebut “veterinarium”. Term “veterinarii” juga digunakan pada dukumen kuno sebagai “orang yang memiliki kekebalan khusus” karena memiliki “kompetensi khusus”. Dari berbagai literatur Lain yang juga membahas istilah “Veterinarius“ diartikan sebagai orang-orang yang mengurus hewan beban/hewan pekerja



Dalam jurnal American Veterinary Medical Association 1972, diuraikan sejarah bagaimana para “ilmuwan kedokteran” jaman dahulu memerlukan hewan coba untuk pengembangan ilmu kedokteran manusia,namun mereka memerlukan veterinarius untuk menangani hewan-hewan tersebut dan bukan Ferrarius.

Untuk itu ternyata diperlukan veterinarius yang berpendidikan agar memahami apa yang diperlukan. Kemudian timbulah gelar-gelar Ph.D (Doctor of Philosophy) yang merupakan awal dari para Veterinarius menjadi “medical doctor” atau “Doctor of Veterinary Medicine”. Pada akhirnya nanti, veterinarius adalah orang-orang yang dari awalnya menyukai hewan dan mengurusnya dengan baik, memahami perilaku alaminya dan kemudian memperlakukannya sesuai perilaku alami ini.


Profesi Veteriner merupakan profesi yang sangat tua di dunia yang muncul sebagai pengembangan dari Profesi Kedokteran di zaman Yunani Kuno pada  460-367 Sebelum Masehi(SM) oleh Bapak Kedokteran di dunia yaitu Hippocrates. Profesi veteriner tercatat dalam kitab hukum pada masa pemerintahan Raja Hammurabi (1792 SM). Kode Hammurabi mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat Babilonia termasuk kesejahteraan hewan dan jasa perawatan serta pengobatan hewan 

Metode kedokteran dan dasar-dasar filosofi kedokteran yang dikembangkan oleh Hippokrates sangat dipahami dan dihayati oleh seorang ilmuwan bernama Aristoteles (lahir 384 SM) yang menerapkannya pada penanganan penyakit-penyakit hewan. Beliau adalah Pencetus Kedokteran Perbandingan (Comparative Medicine) yaitu penerapan metode medik yang dipelajari untuk kedokteran manusia kepada spesies hewan dan terkenal dengan bukunya “Historia Animalium” (Story of Animals) yang menguraikan lebih dari 500 spesies hewan. Selain itu beliau juga menulis buku tentang Patologi Hewan yang mengungkapkan tentang penyakit-penyakit hewan serta memperkenalkan Kastrasi pada hewan ternak muda dan efeknya pada pertumbuhan dan banyak lagi metode-metode kedokteran pada berbagai spesies hewan. Karyanya yang lain adalah De Partibus Animalium, De Genetatlone Animallium dan Problematicum.

Nggak Cuma itu, ada nama-nama lain yang juga tercatat dalam perkembangan kedokteran hewan, yaitu :
         - Hippiatros istilah masyarakat Yunani (500 SM), dokter kuda
         - Varro (116 – 28SM) ahli penyakit kuda dan cara pengobatannya secara primitif
         - Atharava Veda (1500 – 500 SM) : pustaka tentang pemeliharaan & pengelolaan kesehatan kuda dan gajah
         - Raja Ashoka membangun RSH pertama 250 SM

Sedangkan pada jaman khalifah islam yaitu :
        - Ibn Sina (Arieenoa), al Rahzi, dan Husayn bin Ishak al-Ibadi, menerjemahkan karya Hippocrates dan Filosof Yunani lain.
         - Razi (860 – 940) menulis 200 buku bidang medis dan etika medis serta 25 volume ensiklopedia praktis Hawi.
         - Ibn Sina (980 – 1037) menulis 16 buku serta Al – Kanun (the Canoun), ensiklopedia penyakit dari sedunia.
         - Memacu perkembangan ilmu zoologi, kedokteran hewann, farmasi, farmakologi dan kimia.
 
Pada tahun 873 M/260H atau 877M/264H Hunayn Ibnu Ishab Al-Ibadi  mengarang Kitab al – Sard /Hilaj Al-dawabb wa – al-baqar wa al ghanam wa – adwiyattiha (The Detailed Presentation on the Therapeutic Treatment of Beasis, Cattle, Sheep, and Goats, and their Medicaments) serta menulis buku Kitab al Baytarah (Kedokteran Hewan) yang mungkin merupakan terjemahan dari Manuskrip Yunani tentang kuda dari Theompestus of Magnesia (Abad ke 4).

Profesi kesehatan dimanapun berakar dari mythologi (mitos) dan hal-hal gaib (magic). Di zaman Yunani kuno, cerita tentang dewa-dewa penyakit dan  penyembuh antara lain Apollo, Chiron (digambarkan sebagai manusia berbadan kuda= centaur) dan murid-muridnya antara lain yang terkenal adalah Asklepios (latin : Aesculapius)  seorang manusia biasa yang berkemampuan menyembuhkan penyakit manusia dan hewan.

Simbol dari Aesculapius adalah Ular (As) dan Melingkar (klepios) di batang pohon dimana ular tidak beracun ini merupakan lambang sacral cara penyembuhan zaman kuno. Symbol kedokteran kemudian mengambil dari symbol Aesculapius, sedangkan profesi kedokteran hewan (veteriner) ada yang mengambil Centaur atau Aesculapius. Nah, spesies ular melingkar di tongkat itu adalah Elaphe longissima.

Sumber : sebagian copas :P ma Blog kakak angkatan gw http://ceritasigaluh.blogspot.com
     

Mengulang

Kuliah Kimia.? Iya Kimia, Angkatan Berapa.? 47, Loh, Kok bareng kami.? Iya Gw ngulang Matkul Kimia, jadi bareng Kalian.

Cuplikan yang masih gw ingat saat ngulang Kimia, Fyuuh, Ngulang, Mengulang, Remidial, Apalagi.? Tambahin doong. Suapaya di otak ini banyak memori tentang ngulang. Bagi gw sesuatu yang paling membosankan, tapi mengenekkan juga, bagaimana tidak, Gw orang yang hampir tau semua apa yang dijelaskan Dosen, karena gw pernah ngalaminya dulu.

Tapi Gak papalah, Ngulang Kimia mungkin bisa nambah pengalaman ma nambah jumlah temen juga, selain di departemen, Anak 48 udah beberapa juga yang udah gw kenal, yah Lumayan, itung itung nambah jumlah temen untuk ngutan kalau Akhir Bulan.

Semoga gak akan keulang lagi, Gak akan keulang ngulangnya maksutnya, masa iya gw harus ikut angkatan 49 lagi, nggaaaaaa', gak boleeeeh. Nilai Mati Gak Boleh, Teman Fakultas Banyak juga kok yang bisa gw tempati untuk ngutang. Eh Bukan Kutang yah, tapi ngutang.

Kelas B tetap Jadi Kelas B

Kelas B tetap Menjadi Kelas B. Yah lagi lagi aneh yah Judul Postingan Gw, tapi lagi lagi gw lagi mau ngeposting, jadi asal nulis aja deh. Mungkin kali ini Tentang cara Bagaimana cara kita memandang kehidupan yang Kita alami. Walaupun Gw bukan pakar Psikologi, dan Juga Bukan Ahlis Sosiologi, karena Sosiologi aja Gw ngulang. Hha, tapi Gw cuma pengen nulis.

Mungkin Cerita ini bisa mewakili Dari Judul diatas. 


Ada Sebuah sekolah yang memiliki Sistem Pembagian Kelas, Anggap Saja Kelas A dan Kelas B, Kepala sekolah membagi Kelas ini karena Jumlah Siswa tidak cukup untuk ditampung dalam satu Kelas, Sehingga sang Kepala Sekolah melakukan Ujian Kepada Setiap anak yang ingin naik Kelas, dan tentunya pasti ada peringkat dalam Ujian itu, Anggap saja ada 20 Peringkat. Tetapi peringkat ini tidak diberitahu kepada siapapun kecuali Guru Staff


Sistem Pembagian Kelas ini dilakukan secara adil, Semua Peringkat Genap Di Taruh di Kelas A, dan Semua Peringkat Ganjil di Taruh di Kelas B. Dan Akhirnya Para Siswa telah mengetahui Kelas Baru mereka, yang mendapatkan Kelas A Gembira ria, sedangkan yang mendapatkan Kelas B, sedih, karena dia menganggap dirinya Kurang Pintar. 


Sesampainya dirumah Anak yang mendapatkan Kelas A riang karena disambut gembira pula Oleh orang tua mereka, kebalikannya, Kelas B, pulang dengan lesuh karena menganggap dirinya Kurang Pintar dan pasti akan dimarahi oleh Orang Tua. 


Anak yang menempati Kelas mendapat Pujian yang luar Biasa dari Orang Tua mereka, sedangkan Anak yang menampati Kelas mendapatkan Cacian dari Orang Tua Bahwa dia Adalah anak yang BODOH. 

Pada kenyataanya setiap anak memiliki kemampuan yang sama, tapi dalam benak setiap orang termasuk orang tua mereka, Anak kelas A termasuk anak yang cerdas, dan anak Kelas termasuk anak yang kurang Pandai, Bahkan para Guru mengajar anak kelas B dengan sikap yang berbeda dengan tidak berharap banyak pada mereka.


Dan Tibalah saat penentuan kenaikan kelas salanjutnya, Hasilnya sesuai dugaan, Anak Kelas A menunjukkan prestasi yang lebih baik dari Anak Kelas B. Pada Kenyataannya hasilnya juga akan seperti itu jika dulunya mereka terpilih sebagai Anak Kelas A. 


Mereka Benar Benar menjadi Anak Kelas A, dan dikelompok lain, mereka juga benar benar telah menjadi Anak Kelas B. Seperti apa mereka diajar sepanjang Pelajaran, seperti apa mereka dipercaya, demikianlah jadinya Mereka.


Kembali keatas, seperti yang gw bilang, bagaimana kita memandang, Anak kelas B tetap menjadi Anak kelas B, karena Lu menganggap dan mendoktrin mereka bahwa mereka adalah Golongan B, atau golongan Bodoh, Atau Golongan apalaaah yang penting dibawah. Andai saja orang tua meyakinkan mereka bahwa dimanapun Anak itu berada, dia tetap bisa menjadi yang terpintar maka Hasil diatas pasti akan berbeda :).


Ok.? Mari kita rubah Bagaimana cara kita memandang kepada setiap Orang.
 
© Copyright 2035 Coretan Anak Kampus
Theme by Yusuf Fikri
;